Isra Mi’raj dan Jalan Pembebasan Palestina : Amanah Peradaban Islam – RQ UMMI
  • “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Sabtu, 18 April 2026

Isra Mi’raj dan Jalan Pembebasan Palestina : Amanah Peradaban Islam

Isra Mi’raj dan Jalan Pembebasan Palestina : Amanah Peradaban Islam
Bagikan

Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa spiritual individual, melainkan tonggak ideologis dan peradaban bagi umat Islam. Perjalanan Rasulullah ﷺ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu menembus langit hingga Sidratul Muntaha, menyimpan pesan mendalam tentang kepemimpinan umat, kesatuan wilayah kaum Muslimin, serta tanggung jawab historis terhadap Palestina.

Masjidil Aqsha bukan titik transit biasa dalam Isra Mi’raj. Ia adalah simbol sentral dari konflik ideologis yang hingga hari ini masih berlangsung: konflik antara kebenaran dan kebatilan, antara penjajahan dan pembebasan, antara ideologi Islam dan ideologi sekuler-imperialis.

Masjidil Aqsha: Jantung Umat Islam

Allah ﷻ memilih Masjidil Aqsha sebagai bagian dari perjalanan agung Nabi ﷺ bukan tanpa sebab. Masjidil Aqsha adalah masjid ketiga yang dimuliakan dalam Islam dan bagian tak terpisahkan dari akidah kaum Muslimin. Ketika Rasulullah ﷺ mengimami para nabi di sana, hal itu menegaskan kepemimpinan Islam atas seluruh risalah dan umat manusia.

Maka, penjajahan Palestina bukan sekadar persoalan kemanusiaan atau konflik regional, tetapi merupakan penodaan terhadap simbol akidah dan kedaulatan Islam. Membiarkan Masjidil Aqsha berada di bawah cengkeraman penjajah Zionis sama artinya dengan merelakan bagian dari identitas Islam dirampas.

Isra Mi’raj dan Kewajiban Perjuangan

Dalam Isra Mi’raj, umat Islam menerima perintah shalat—ibadah yang menghubungkan manusia dengan Rabb-nya dan membentuk keteguhan jiwa. Shalat melatih disiplin, kepatuhan, dan kesiapan berkorban. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi perjuangan pembebasan.

Pembebasan Palestina tidak akan lahir dari retorika kosong, diplomasi lemah, atau simpati tanpa arah. Ia membutuhkan umat yang sadar ideologis, memahami Islam sebagai sistem hidup (way of life), bukan sekadar ritual individual. Sebagaimana shalat menjadi kewajiban kolektif umat, maka membebaskan tanah suci dari penjajahan juga merupakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) yang terbengkalai.

Ideologi Islam vs Penjajahan Modern

Penjajahan Palestina hari ini disokong oleh sistem global yang berlandaskan kapitalisme dan imperialisme. Sistem ini memandang tanah, manusia, dan nilai sebagai komoditas. Sebaliknya, Islam memandang Palestina sebagai tanah wakaf umat, yang tidak boleh dijual, ditukar, atau dikompromikan.

Isra Mi’raj mengajarkan bahwa pertolongan Allah datang kepada mereka yang teguh memegang kebenaran, meski dalam kondisi terjepit. Rasulullah ﷺ mengalami Isra Mi’raj setelah fase berat penindasan di Makkah. Ini adalah sunnatullah: setelah kesabaran dan perjuangan, datang pertolongan dan kemenangan.

Menuju Kebangkitan Umat

Menghidupkan makna Isra Mi’raj berarti membangkitkan kesadaran umat untuk kembali kepada Islam secara kaffah—dalam akidah, syariah, dan sistem kehidupan. Tanpa kebangkitan ideologis, pembebasan Palestina hanya akan menjadi slogan tahunan.

Umat Islam harus menyadari bahwa Palestina akan bebas bukan karena belas kasihan dunia, tetapi karena kekuatan umat yang bersatu di atas ideologi Islam. Sejarah telah membuktikan, Palestina pernah dibebaskan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi bukan dengan nasionalisme sempit, melainkan dengan persatuan akidah dan penerapan Islam dalam kehidupan bernegara.

Penutup

Isra Mi’raj adalah seruan langit agar umat Islam bangkit dari keterpurukan, menyatukan langkah, dan menunaikan amanah peradaban. Palestina adalah cermin kondisi umat hari ini—lemah karena tercerai, kuat bila bersatu dalam Islam.

Maka, memperingati Isra Mi’raj sejatinya bukan hanya mengenang perjalanan Rasulullah ﷺ, tetapi memperbarui janji kita kepada Allah: menjaga kehormatan Islam dan memperjuangkan pembebasan tanah suci Palestina hingga benar-benar merdeka.

“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha…”
(QS. Al-Isra: 1)

Semoga peristiwa Isra Mi’raj menjadi api kesadaran dan awal kebangkitan umat menuju pembebasan sejati.

SebelumnyaPROGRAM UMMI
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rumah Qurán Ummi
Perum BCA Blok T1 No 7, Pondokkaso Tonggoh Kec. Cidahu-Sukabumi
Luas Area60 m2
Luas Bangunan60 m2
Status LokasiSewa
Tahun Berdiri2025